Rabu, 27 April 2011

Cerita dari balik kaca part 1

Tak tersadari bahwa jejaring sosial merupakan bentuk dari duplikat diri, begitu banyak orang mengacuhkan hal ini. Apapun status dan foto yang kita share atau dibagikan oleh teman akan mempengaruhi dan menimbulkan pertanyaan siapa kah dia, apakah dia, bagaimana dia dan harus bagaimana kita menyikapi hal dalam setiap bahasa tubuhnya. pertanyaan-pertanyaan yang banyak ditanyakan walaupun hanya terlintas dari hati. . .

Karena hal diatas ini lah, beberapa temen bertanya sejarah suka sama band-band HC/Punk .. .. disini saya akan coba mendeskripsikan musik yang cukup berpengaruh terhadap perjalanan musik yang selama ini disukai.

1. Cock Sparrer

Band punk rock yang dibentuk pada tahun 1972 di East End of London, Inggris. band streetpunk yang paling berpengaruh, membantu membuka jalan bagi punk akhir 1970-an dan Oi! subgenre.
Lirik dari tiap lagu yang dinyanyikan berbicara mengenai masalah kehidupan yang dilalui setiap hari, walaupun mereka membuat lagu untuk dijaman dan dinegaranya, tetapi tema dari lirik yang diciptakan begitu universal, cukup mewakili apa yang terjadi di sekitar kita. Lagu yang masih dan tetap teriyang sampai saat ini adalah "where are they now".





2. The Business

Band Oi / punk! rock band yang terbentuk pada tahun 1979 di Lewisham, London Selatan.
Terus terang pada saat itu, saya ga begitu paham band ini, yang gw tau pada saat itu adalah band yang aktif dalam persepakbolaan, kalo dilihat dari gambar yang terlampir dibawah, siapa sih yang ga punya print bergambar band ini di baju para anak band pecinta sepakbola diawal tahun 2000-an.
Saya sempet berpikir bahwa inilah musik hardcore, berbadan kekar, plontos dan penuh emosi. Energi yang mereka salurkan dalam tiap lagu dan live show membuat kita selalu kuat berpegang teguh akan keyakinan kita, pola pikir dan cara pandang kita terhadap setiap masalah.



3. Chain of Strength

Band hardcore straight edge punk era '80 dan awal 90-an dari Southern California. inilah band yang telah mencerahkan hidup, membuka pola pikir dan dunia baru.
Sempet ga habis pikir, kok bisa band hardcore dengan lirik seperti ini? begitu santun dan memiliki sastra yang cukup bagus. Walaupun saat itu belum begitu paham dalam mengartikan bahasa inggris, tapi pola bahasa yang dipakai begitu bagus dan indah.
Dari sinilah mulai saya memetakan jenis musik apa yang sebenarnya yang saya sukai, sadar tidak sadar semua akan menkrucut menjadi sebuah identitas diri dalam tiap penampilan dan cara kita bertindak.




Terima Kasih untuk : Tata, Ucok dan Buncit yang telah mengenalkan ke-3 band diatas.

2 komentar:

  1. "Tak tersadari bahwa jejaring sosial merupakan bentuk dari duplikat diri, begitu banyak orang mengacuhkan hal ini" <-- bener banget, ini meyakinkan gue akan 'tamparan' yang gue dapet dari bentuk keeksisan di jejaring sosial :D

    BalasHapus
  2. Kadang menjadi sebuah bumerang,kadang menjadi sebuah benang tali persaudaraan. Sebenarnya mudah menyeleksi temen dari jejaring sosial..
    Sesampah-sampahnya kita eksis, teman sejati ga akan me-remove dari friend list.

    Semakin sering ditampar, semakin kebal akan sebuah tatapan picik para pemuja kemewahan harga diri!! ya. .. mereka yang selalu sok meninggikan nilai diri,selalu kabur dari lingkup aktifitas karena sudah banyak pengikut yang mereka anggap sampah!

    Padahal mereka ada dan berdiri disana,hanya karena sudah jadi komoditas, mereka pergi dan memicikkan dan berkata " Kalian sampah, akulah yang pertama berada disana maka hormatilah aku"

    lebih baik sok eksis dari pada sok diem HAHAHA

    BalasHapus