Selasa, 11 September 2012

dinanti-menanti

Semenjak sore selalu diselimuti akan mendungnya hari
Terbelesit khasanah pemikiran mutahir di akhir tahun
Kemutahiran pikiran tidak diimbangi oleh gerak motorik
Terlihat semu dan diam tak bergerak

Selalu menantikan terkabulnya doa dan terus menanti.
Teryakini bahwa penantian yang selama ini dinanti hanya ilusi
Karena terus menanti dan menanti.

Kekacauan perasaaan aplikasi dari rasa malas
Kejenuhan hari merupakan penderitaan para pemuja doa
Penantian hanyalah untuk mereka yang bersepatu memasuki tempat suci
Semua dalam diam dan kesendirian. 
Kembali lagi menanti pagi,
Menengadah kepala menanti sore
Dan datang malam merenengui hari









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar